Styling Scarf

Tips Styling Scarf Ala Ayla Dimitri Bikin Outfit Simpel Lebih Stylish

Tips Styling Scarf Ala Ayla Dimitri Bikin Outfit Simpel Lebih Stylish
Tips Styling Scarf Ala Ayla Dimitri Bikin Outfit Simpel Lebih Stylish

JAKARTA - Scarf menjadi salah satu aksesori fashion yang tidak pernah kehilangan popularitasnya. Meski hanya berupa sehelai kain, scarf mampu memberikan sentuhan berbeda pada sebuah outfit yang sederhana. 

Dengan pemilihan warna, motif, serta teknik styling yang tepat, aksesori ini bahkan dapat mengubah tampilan menjadi lebih stylish tanpa perlu mengganti keseluruhan busana.

Dalam dunia fashion modern, scarf dikenal sebagai item yang fleksibel karena dapat digunakan dalam berbagai cara. Mulai dari dikenakan di leher, kepala, hingga dijadikan aksen pada pinggang. Hal ini membuat scarf kerap dipilih oleh banyak orang yang ingin tampil modis namun tetap praktis.

Stylist sekaligus fashion influencer Ayla Dimitri pun menilai bahwa scarf bukan sekadar pelengkap dalam berpakaian. Menurutnya, aksesori ini memiliki peran penting dalam menciptakan komposisi warna sekaligus membantu membentuk siluet tubuh agar tampilan terlihat lebih seimbang.

“Scarf sebenarnya bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen penting yang bisa mengatur komposisi warna sekaligus membentuk siluet,” kata stylist dan fashion influencer Ayla Dimitri.

Dalam kesempatan tersebut, Ayla juga membagikan berbagai tips styling scarf yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Mulai dari gaya kasual, tampilan Ramadhan, hingga office look yang lebih rapi dan elegan.

Memahami Komposisi Warna Dalam Styling Scarf

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan scarf adalah memahami teori warna dalam berpakaian. Ayla menjelaskan bahwa ia sering menggunakan formula 60-30-10 dalam menentukan komposisi warna pada outfit.

“Karena teori warna itu, baju itu contains 60, 30, and 10. Jadi 60% warna yang mendominasi, and then you add 30 another color, and 10 like small color tapi bold,” jelas Ayla.

Konsep tersebut membagi warna pakaian menjadi tiga bagian utama. Warna dominan biasanya mencakup sekitar 60 persen dari keseluruhan outfit, kemudian warna kedua sekitar 30 persen, dan sisanya 10 persen digunakan sebagai aksen.

Dalam praktiknya, jika outfit didominasi warna putih sebagai warna utama, sepatu berwarna pink dapat menjadi warna pendukung. Sementara itu, scarf dengan warna yang lebih berani seperti hijau bisa menjadi aksen yang memperkaya tampilan.

Ayla juga mengingatkan pentingnya memperhatikan posisi aksen warna. Jika warna yang lebih bold berada di bagian bawah, maka scarf bisa digunakan di bagian atas agar keseluruhan tampilan terlihat seimbang.

“Cara mix and match ini akan membuat permainan warna tetap hidup tanpa terlihat berlebihan,” ujarnya.

Scarf Sebagai Aksen Stylish Untuk Pria

Aksesori scarf sering kali dianggap lebih identik dengan perempuan. Namun sebenarnya, pria juga bisa memanfaatkan scarf untuk menambah karakter pada gaya berpakaian mereka.

Menurut Ayla, kunci penggunaan scarf untuk pria adalah menjaga tampilannya tetap sederhana dan tidak berlebihan.

“Untuk cowok sebenarnya there's a lot of way to use scarves, untuk menambahkan sedikit aksen, tapi not too much,” kata Ayla.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melilitkan scarf di pinggang seperti aksen tali. Selain itu, scarf juga bisa dikenakan di leher dengan lipatan kecil berbentuk segitiga agar tidak terlihat terlalu tebal atau bulky.

Pilihan warna juga menjadi faktor penting. Warna yang lebih gelap atau netral biasanya lebih mudah dipadukan dengan berbagai outfit pria, terutama untuk tampilan preppy maupun semi-formal.

“Dari koleksi Everbest Bloom Market ini, pilihan scarf dengan tone earthy dan muted memberi opsi styling yang versatile untuk pria,” tuturnya.

Gaya Head Scarf Yang Playful Dan Sedang Tren

Bagi perempuan non-hijab, scarf juga dapat digunakan sebagai aksesori kepala yang memberikan kesan playful. Salah satu gaya yang kembali populer adalah pirate scarf.

Gaya ini dibuat dengan melipat scarf menjadi bentuk segitiga, kemudian diikat dari bagian tengah dan dirapikan di belakang kepala. Teknik ini memberikan tampilan yang santai sekaligus fashionable.

“Ini lagi zaman banget ya, lebih ke scarf kepala bandana ala-ala mau Coachella tapi ini buat Ramadhan.”

Model head scarf seperti ini sangat cocok dipadukan dengan outfit polos. Dengan begitu, scarf dapat menjadi focal point yang langsung menarik perhatian pada area kepala.

Ketika busana didominasi warna bersih seperti putih atau hitam, scarf dengan warna plum atau pastel dapat memberikan dimensi baru pada tampilan tanpa membuatnya terlihat terlalu berat.

Membentuk Siluet Tubuh Dengan Scarf Sebagai Belt

Selain digunakan di leher atau kepala, scarf juga bisa dimanfaatkan sebagai belt untuk memberikan bentuk pada outfit yang cenderung longgar atau oversized.

“Kalau kita lagi malas terus pakai baju agak kebesaran, pengin kasih shape di bagian pinggang, bisa pakai scarf saja sebagai belt.”

Teknik ini sangat efektif untuk berbagai jenis pakaian seperti dress lurus, blazer tanpa potongan pinggang, atau kaus oversized yang dipadukan dengan celana baggy.

Scarf yang dililitkan di pinggang tidak hanya membantu membentuk siluet tubuh, tetapi juga menambahkan aksen warna yang membuat tampilan terlihat lebih hidup.

Dalam proses styling, Ayla juga memperhatikan keseimbangan volume visual. Jika sepatu atau atasan sudah memiliki tampilan yang bold, maka scarf dengan warna yang lebih ringan akan membantu menciptakan kesan yang lebih seimbang.

“Supaya volume dari bajunya juga jadi lebih light,” ujar ibu satu anak ini.

Pendekatan ini membuat outfit tetap terlihat harmonis, terutama saat memadukan beberapa elemen fashion sekaligus seperti sepatu statement, tas, dan aksesori lainnya. Dengan teknik yang tepat, scarf dapat menjadi aksesori sederhana yang mampu memberikan sentuhan stylish pada berbagai gaya berpakaian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index